Pose

Pose
Garut, 1 Muharram 1432 H

Saturday, October 22, 2022

BEBERAPA BACAAN YANG BERMANFAAT UNTUK DIHAFALKAN KETIKA MUSIM HUJAN

بسم الله الرحمن الرحيم

☝🏻💡☔ BEBERAPA BACAAN YANG BERMANFAAT UNTUK DIHAFALKAN KETIKA MUSIM HUJAN

1. Doa Ketika Hujan Turun

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Allaahumma Shayyiban Naafi’aa”

Artinya:
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat. (HR. Bukhari no. 1032, dari Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anhaa)

2. Doa Ketika Ada Angin Kencang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Allaahumma Innii As aluka Khairahaa Wa Khaira Maa Fiihaa Wa Khaira Maa Ursilat Bih Wa `A ’Uudzu Bika Min Syarrihaa Wa Syarri Maa Fiihaa Wa Syarri Maa Ursilat Bih”

Artinya: 
Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang ia diutus untuk membawanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan yang ia diutus untuk membawanya. (HR. Muslim no. 899, dari Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anhaa)

3. Disunnahkan Seusai Hujan Turun Membaca:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

“Muthirnaa Bi Fadhlillaahi Wa Rahmatih"

Artinya: 
Kami telah diberi hujan dengan karunia Allah (semata) dan rahmat-Nya. (HR. Bukhari no. 1038 dan Muslim no. 7, dari sahabat Zaid bin Khalid al-Juhani radhiyallahu 'anhu)

4. Dzikir Ketika Mendengar Suara Petir

Apabila sahabat Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلآئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

"Subhaanalladzii Yusabbihurra'du Bihamdihii wal Malaaikatu min Khiifatih"

Artinya: 
Mahasuci Allah yang telah menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat, karena takut kepada-Nya. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 723. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 556)

Atau bisa memilih bacaan yang lebih pendek sebagaimana dalam riwayat berikut:

Apabila sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:

سُبْحَانَ الَّذِيْ سَبَّحْتَ لَهُ

"Subhaanalladzii Sabbahta Lah"

Artinya: 
Mahasuci Allah yang engkau (petir) bertasbih untuk-Nya. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 722. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 555)

Lebih Lengkapnya...

[Energizer Dhuha] Jannah Sebagai Akhir Tujuan Mukminin

*ENERGIZER DHUHA*

Rasulullah  _ﷺ_  bersabda,"Seorang mukmin tidak akan kenyang dari kebaikan yang ia dengar, sampai tempat berakhirnya adalah jannah." [HR At-Tirmidzi].

Semoga kita tidak bosan BELAJAR mau MENDENGAR kebaikan
Belajar BERSYUKUR meski merasa tak cukup.. 
Belajar MEMAHAMI meski tidak sehati..
Belajar IKHLAS meski tidak rela.. 
Belajar BERSABAR meski kadang terbebani.. 
Tetaplah BELAJAR untuk tetap berada di jalan yang benar..
 آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ🤲🏻

==================
_"Barangsiapa menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan.”_
HR. Tirmidzi
==================

*_Islam Rahmatan lil Alamin.._*
*_Cukuplah Islam Untuk Mengatur Seluruh Kehidupan Kita !!!_*

_@hak cipta milik Allah Swt, silakan disebarkan, tdk perlu izin_

Lebih Lengkapnya...

Monday, October 3, 2022

Berpegang Teguh pada Agama Allah

ENERGIZER DHUHA

Berpegang Teguh pada Agama Allah

Kita Berada di Rabiul Awal (Maulud)
Bulan kelahiran Rasulullah 

Abu Hurairah r.a. berkata,

"Rasulullah ﷺ bersabda,

Sesungguhnya Allah menyukai daripadamu 3 hal dan membenci 3 hal;

Dia menyukai:
1. jika kalian beribadah kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun,
2. Kalian berpegang teguh pada agama- Nya, dan
3. tidak berpecah belah

Allah pun membenci darimu tiga hal;
1. berkata sesuatu yang tidak bermanfaat,
2. banyak bertanya,
3. menyia-nyiakan harta

(Hadis Riwayat Muslim)
(An-Nawawi, Riyadus Salihin, No.Hadis 1781 010 M: 456-457Y)

Bismillah, semoga kita termasuk hamba yang disukai Allah dan bukan sebaliknya.

Aamiin ....

Semoga bermanfaat ....

🕌 Rabiul Awal 1444 H         

                                         ==================
"Barangsiapa menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan.”
HR. Tirmidzi
==================

Islam Rahmatan lil Alamin..
Cukuplah Islam Untuk Mengatur Seluruh Kehidupan Kita !!!

@hak cipta milik Allah Swt, silakan disebarkan, tdk perlu izin

Lebih Lengkapnya...

[Energizer Dhuha] Kalimat Ringan namun Berat di Timbangan



Rasulullah ﷺ bersabda :

" كلمتان خفيفتان على اللسان ، ثقيلتان في الميزان ، حبيبتان إلى الرحمن : سبحان الله العظيم ، سبحان الله وبحمده "

"Ada dua kalimat yang sangat ringan di lisan namun sangat berat di timbangan (pada hari kiamat), dan sangat di cintai oleh Ar Rahman (Allah), yaitu; Subhanallahil 'Adzim Subhanallahi Wa Bi Hamdih".

Muttafaqun 'alaih.

Berkata Asy Syeikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :

• - إن التسبيحة الواحدة في صحيفة الإنسان خيرٌ من الدنيا وما فيها ؛ لأن الدنيا وما فيها تذهب وتزول ، والتسبيح والعمل الصالح يبقىٰ 

Sesungguhnya satu tasbih di catatan seseorang itu lebih baik daripada dunia dan seisinya,
Karena dunia itu pergi dan hilang, sedangkan tasbih dan amalan shaleh itu akan tetap.
_
📚 Syarhu Riyadhus Shalihin (3/478)

                                         ==================
"Barangsiapa menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan.”
HR. Tirmidzi
==================

Islam Rahmatan lil Alamin..
Cukuplah Islam Untuk Mengatur Seluruh Kehidupan Kita !!!

@hak cipta milik Allah Swt, silakan disebarkan, tdk perlu izin

Lebih Lengkapnya...

Sunday, March 13, 2011

Memelihara Sikap Muraqabah

Allah SWT berfirman (yang artinya): Dia selalu bersama kalian di mana pun kalian berada(QS al-Hadid: 4); Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di mata Allah, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi (QS Ali Imran: 6); Allah mengetahui mata yang berkhianat [yang mencuri pandang terhadap apa saja yang diharamkan] dan apa saja yang tersembunyi di dalam dada (QS Ghafir: 19).
Sebagian ulama mengisyaratkan, ayat-ayat ini merupakan tadzkirah (peringatan) bahwa: Allah Maha Tahu atas dosa-dosa kecil, apalagi dosa-dosa besar; Allah Mahatahu atas apa saja yang tersembunyi di dalam dada-dada manusia, apalagi yang tampak secara kasat mata.

Di sinilah pentingnya muraqabah. Muraqabah (selalu merasa ada dalam pengawasan Allah SWT) adalah salah satu maqam dari sikap ihsan, sebagaimana yang pernah diisyaratkan oleh Malaikat Jibril as. dalam hadits Rasulullah SAW, saat kepada beliau ditanyakan: apa itu ihsan? Saat itu Malaikat Jibril as sendiri yang menjawab, “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Dia. Jika engkau tidak melihat Allah maka sesungguhnya Dia melihat engkau.” (HR Muslim).
Demikian pula sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits penuturan Ubadah bin ash-Shamit, bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Iman seseorang yang paling utama adalah dia menyadari bahwa Allah senantiasa ada bersama dirinya di manapun.” (HR al-Baihaqi, Syu’ab aI-Iman, I/470).
Dalam hadits lain Baginda Rasulullah bersabda, “Bertakwalah engkau dalam segala keadaanmu!” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi).
Dalam Tuhfah al-Awadzi bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, disebutkan bahwa frase haytsumma kunta(dalam keadaan bagaimanapun) maksudnya dalam keadaan lapang/sempit, senang/susah, ataupun riang-gembira/saat tertimpa bencana (Al-Mubarakfuri, VI/104). Haytsumma kuntajuga bermakna: di manapun berada, baik saat manusia melihat Anda ataupun saat mereka tak melihat Anda (Muhammad bin ‘Alan ash-Shiddiqi, Dalil al-Falihin, I/164).
Terkait dengan sikap muraqabah atau ihsan ini, ada riwayat bahwa Umar bin al-Khaththab pernah menguji seorang anak gembala. Saat itu Umar membujuk sang gembala agar menjual domba barang seekor dari sekian ratus ekor domba yang dia gembalakan, tanpa harus melaporkannya ke majikan sang gembala. Toh sang majikan tak akan mengetahui karena banyaknya domba yang digembalakan. Namun, apa jawaban sang gembala. “Kalau begitu, di mana Allah? Majikanku mungkin memang tak tahu. Namun, tentu Allah Maha Tahu dan Maha Melihat,” tegas sang gembala.
****
Jujur harus kita akui, sikap muraqabah (selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT), sebagaimana yang ditunjukkan oleh sang gembala dalam kisah di atas, makin jauh dari kehidupan banyak individu Muslim saat ini. Banyak Muslim yang berperilaku seolah-olah Allah SWT tak pernah melihat dia. Tak ada lagi rasa takut saat bermaksiat. Tak ada lagi rasa khawatir saat melakukan dosa. Tak ada lagi rasa malu saat berbuat salah. Tak ada lagi rasa sungkan saat berbuat keharaman. Setiap dosa, kemaksiatan keharaman dan kesalahan ‘mengalir’ begitu saja dilakukan seolah tanpa beban. Banyak Muslim saat ini yang tak lagi merasa risih saat korupsi, tak lagi ragu saat menipu, tak lagi merasa berat saat mengumbar aurat, tak lagi merasa berdosa saat berzina, tak lagi merasa malu saat selingkuh, dll. Semua itu terjadi akibat mereka gagal ‘menghadirkan’ Allah SWT di sisinya dan melupakan pengawasan-Nya atas setiap gerak-gerik dirinya. Mengapa gagal? Karena banyak individu Muslim yang awas mata lahiriahnya, tetapi buta mata batiniahnya. Mereka hanya mampu melihat hal-hal yang kasat mata, tetapi gagal ‘melihat’ hal-hal yang gaib: pengawasan Allah SWT; Hari Perhitungan, surga dan neraka, pahala dan siksa, dst. Yang bisa mereka lihat hanyalah kenikmatan dunia yang sedikit dan kesenangan sesaat. Tentu, kondisi ini harus diubah, agar seorang Muslim kembali memiliki sikap muraqabah.
****
Adanya sikap muraqabah pada diri seorang Muslim paling tidak dicirikan oleh dua hal. Pertama: selalu berupaya menghisab diri, sebelum dirinya kelak dihisab oleh Allah SWT.Kedua: sungguh-sungguh beramal shalih sebagai bekal untuk kehidupan sesudah mati. Dua hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Orang cerdas adalah orang yang selalu menghisab dirinya dan beramal shalih untuk bekal kehidupan setelah mati. Orang lemah adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah SWT.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah dan al-Hakim).
Ketiga: meninggalkan hal-hal yang sia-sia, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak berguna.” (HR at-Tirmidzi). Jika yang tak berguna saja-meski halal-ia tinggalkan, apalagi yang haram.
Itulah di antara wujud sikap muraqabah. Semoga kita adalah pelakunya. [] abi

Lebih Lengkapnya...

Alamat Anda

IP